Jumat, 29 Maret 2019

SUMBER DAYA MANUSIA GLOBAL


  SUMBER DAYA MANUSIA GLOBAL
J.A.F. Stoner Ohmae (1991) yang mengatakan dengan globalisasi berarti : tak ada luar negeri lagi. Dunia sekarang telah berubah menjadi “Desa yang besar (big village) dan tanpa batas (bordeless)”. Setiap orang diakui menjadi warga penduduk dunia, konsekuensinya baik sebagai individu, pemimpin atau manajer dituntut untuk mempunyai wawasan tentang aktivitas-aktivitas yang terjadi di dunia internasional. Baik yang menyangkut kegiatan ekonomi, sosial, politik, budaya, perkembangan ilmu, teknologi dan informasi yang melewati batas-batas negara.
Transformasi arus uang/modal, teknologi, tenaga ahli, barang dan jasa dalam kegiatan ekonomi antar negara sedang dan telah terjadi secara otomatis dengan mempergunakan jalur informasi digital bebas hambatan (the digital information superhighway - disk).
Semua kegiatan itu hanya akan berjalan dan mencapai keberhasilan apabila dikelola oleh tenaga ahli dan system yang bernuansa internasional. Terutama dalam segi kebudayaanya yang sangat berbeda dalam tiap-tiap negara. Hofstede mendefinisikan budaya sebagai pemrograman kolektif atas pikiran yang membedakan anggota- anggota suatu kategori lainnya.
Seringkali membandingkan budaya nasional dimulai dari memperhatikan prilaku sosial. Orang Jepang tidak menyukai jabatan tangan, tapi lebih menyukai membungkuk ketika menghormat orang lain dan tidak membersihkan hidungnya di muka umum. Orang Inggris meletakkan piring sup jauh darinya, menyantap kacang polong dengan menusuknya beberapa biji sekaligus dengan sebuah garpu, dan bermain golf pada saat hujan.
Itu merupakan bagian umum dari pembahasan manajemen global ini, namun di dalam makalah ini akan dibahas dalam hubungannya dengan manajemen ,yang tentunya menjadi wawasan yang ,menarik bagi kita. Manajemen internasional merupakan kinerja daripada aktivitas-aktivitas manajemen yang melewati batas-batas nasional.
Dengan tandas Samuel C. Certo memberikan definisi manajemen inetrnasional adalah aktivitas-aktivitas manajemen yang melintasi batas-batas wilayah nasional . Lebih jelas lagi Weihrich dan Koontz (1993) mengemukakan, bahwa studi manajemen internasional memfokuskan pada operasi perusahaan internasional
Di negara-negara tuan rumah (host country) dengan mempertimbangkan masalah-masalah manajerial yang berhubungan dengan arus orang, barang, jasa, dan uang dengan tujuan untuk bisa memanajemeni dengan baik dalam situasi kondisi yang melibatkan hal-hal di luar batas wilayah nasional..
Ciri-ciri budaya nasional akan tetap menjadi bingkai pengaman kehidupan bangsa, walaupun tak kan urung akan dan harus menanggung akibat dampak hubungan manajemen atau pemerintahan internasional yang pengaruhnya akan sangat besar dan beresiko tinggi.
Peter F. Drucker (1982) menyatakan bahwa : “Pada semua lembaga itu, manajemen merupakan alat yang aktif dan efektif, tanpa lembaga tidak akan ada manajemen, ekonomi maupun kerjasama. Tetapi alat itu tidak pernah ditentukan oleh apa yang mereka kerjakan, juga bahkan oleh bagaimana mereka mengerjakannya, alat ditentukan oleh sumbanganya. Dan manajemenlah yang memungkinkan lembaga untuk menyumbang.
Manajemen adalah tugas, juga merupakan suatu disiplin.” Setiap karya manajemen adalah karya seorang manajer. Yang mengelola adalah orang, bukan kekuatan atau fakta. Pandangan, pengabdian dan integritas para manajer menentukan apakah ada manajemen ataukah yang ada hanyalah suatu salah urus/mismanagement. Persepsi kebenaran berfikir itu, telah diakui dan berlaku secara universal pada semua organisasi di dunia internasional.

  b.    Jenis-Jenis SDM Global
1.      Ekspatriat
Ekspatriat adalah seorang karyawan yang bekerja dalam sebuah operasi, yang bukan merupakan warga yang berasal dari Negara dimana operasi itu ditempatkan, tetapi karyawan tersebut merupakan seorang warga yang berasal dari Negara dimana kantor pusat organisasi setempat.
2.      Warga dari Tuan Rumah
Seorang warga negara tuan rumah adalah seorang karyawan yang bekerja untuk sebuah perusahaan dalam operasi yang merupakan seorang warga dari negara dimana operasi itu ditempatkan, tetapi kantor pusat perusahaan tersebut berada di negara lain. Tujuannya karena organisasi tersebut ingin memperlihatkan dengan jelas bahwa organisasi membuat satu komitmen dengan negara tuan rumah dan bukan hanya membuka sebuah operasi luar negara.
3.      Warga dari Negara Ketiga
Karyawan ini adalah seorang warga dari satu negara yang bekerja di negara kedua, dan dipekerjakan oleh sebuah organisasi yang berkantor pusat negara ketiga.

 
cC.      Aktivitas-Aktivitas MSDM
Secara khusus Manajemen SDM merujuk pada aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan oleh suatu organisasi untuk memanfaatkan SDM yang secara efektif, aktifitas-aktivitas tersebut meliputi :
1.      Perencanaan SDM
2.      Penyusunan staf (rekrutmen, seleksi, penempatan)
3.      Manajemen kinerja
4.      Pelatihan dan pembangunan
5.      Kompensasi (balas jasa) dan tujuan-tujuan
6.      Hubungan industrial

  d.    Perbedaan MSDM Internasional & MSDM Domestik
Ø MSDM Internasional lebih luas fungsi yang harus ditangani.
contoh : pajak, gaji dalam mata uang asing, keluarga pekerjaan dan lain-lain.
Ø Keterlibatan dalam kehidupan pribadi.
contoh : akomodasi, budaya, sekolah, lokasi aman.
Ø Sistem berbeda untuk lokasi geografis berbeda.
Ø Berhubungan dengan berbagai lembaga beragam pemerintah, politik dan agama.
Ø Meningkatkan resiko-resiko.
contoh : kesehatan, keamanan.

Kompleksitas operasi di negara-negara berbeda dan dalam memperkerjakan karyawan yang berbeda merupakan variabel kunci yang membedakan MSDM domestik dan MSDM Global . Dowling (1998) berpendapat bahwa kompleksitas MSDM Global dapat dihubungkan dengan 6 faktor:
1.       Lebih banyak aktivitas SDM
Untuk beroperasi di suatu lingkungan, departemen SDM harus memasukkan sejumlah aktivitas yang tidak perlu dilingkungan domestic, seperti perpajakan internasional, relokasi dan orientasi internasional dan membangun hubungan dengan oemerintah tuan rumah.
2.      Kebutuhan untuk perspektif yang lebih luas
Para manajer SDM Global harus mengembangkan bidang-bidang keahlian mereka meliputi keahlian mereka meliputi pengetahuan dalam beberapa budaya asing, praktik SDM dan kerangka hukum demikian pula isu-isu bisnis global, ekonomi dan politik yang akan mempengaruhi keputusan dan praktik-praktik SDM. Para praktisi SDM harus memiliki perspektif yang jauh lebih luas untuk dapat membuat keputusan-keputusan yang efektif dilingkungan internasioanal
3.      Keterlibatan yang lebih banyak dalam kehidupan pribadi karyawan dalam MSDM domestil Keterlibatan departemen SDM dengan keluarga sangat terbatas. Sedangkan dalam SDM Global departemen SDM harus banyak terlibat menyediakan dukungan dan mengetahui lebih banyak tentang kehidupan karyawan, misalnya dibeberapa negara mewajibkan penyertaan surat pernikahan sebelum memberikan visa untuk pasangan yang menjadi karyawan pada sebuah perusahaan multinasional.
4.      Pengungkapan resiko
Seringkali kegagalan SDM dan keuangan dalam area internasional lebih hebat daripada bisnis domestik. Misalnya kegagalan ekspatriat dan rendahnya kinerja dalam penugasan internasional adalah masalah-masalah potensial yang berbiaya sangat tinggi, aspek lainnya resiko keamanan, banyak perusahaan multinasional harus mempertimbangkan resiko politik dalam keamanan penugasan internasional.
5.      Pengaruh-pengaruh eksternal yang lebih luas
Faktor-faktor eksternal yang yang utama yang mempengaruhi MSDM Global adalah, tipe pemerintah, keadaan ekonomi dan praktik-praktik ketenagakerjaan di tiap Negara berbeda-beda
6.      Perubahan-perubahan dalam penekanan seperti campuran gugus kerja antara ekspatriat dan karyawan lokal.
Pada awal perkembangannya, perusahaan cenderung untuk lebih mengandalkan penggunaan PCNs dalam posisi kunci material, teknikal dan pemasaran. Ketika aktivitas luar negara meningkat, perusahaan cenderung untuk lebih mengandalkan HCNs dan TCNs. Jadi penekanan akan berubah dari mengelola proses ekspatriatisasi ke suatu lokasi atau pelatihan karyawan untuk mengambil alih posisi kunci tersebut.

e.       Tugas Global
1.      Tugas teknis.
seseorang dikirim untuk melakukan pekerjaan khusus kemudian kembali, dimana dibutuhkan keterampilan kebudayaan tertentu.
2.      Tugas fungsional.
seseorang dikirim untuk melakukan proyek atau pekerjaan besar tetapi kembali setelah pekerjaan tersebut selesai, dan diperlukan beberapa keterampilan antar kebudayaan.
3.      Tugas pengembangan.
seseorang dikirim untuk mengembangkan dan meluaskan pemahaman mereka tentang operasi global.
4.      Tugas strategis.
seseorang dikirim untuk melakukan pekerjaan strategis yang penting, dalam tugas ini dibutuhkan usaha-usaha lebih, serta pemahaman dan keterampilan antar budaya.

Sabtu, 12 Januari 2019

Penulisan softkill

PENULISAN
ISI
PENULISAN 1
Evolusi Sistem Manajemen Informasi Berbasis computer
                Usaha penerapan komputer dalam bidang bisnis terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi. Tahapan perkembangan tersebut yaitu:
     ·         Fokus awal pada Data (electronic data processing – EDP)
     ·         Fokus baru pada Informasi (management information sistem – MIS)
     ·         Fokus Revisi pada Pengambilan Keputusan (Decision support sistem – DSS)
     ·         Fokus sekarang pada Komunikasi (office automation – AO)
     ·         Fokus potensial pada Konsultasi (artificial intelligence/expert sistem – AI/ES

Konsep Sistem manajemen Informasi Sumber Daya
Terdapat beberapa definisi, antara lain :
                1. Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
                2. Sesuatu yang nyata atau setengah nyata yang dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian. Sebagai contoh, informasi yang menyatakan bahwa nilai rupiah akan naik, akan mengurangi ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah investasi akan dilakukan

PENGGUNA INFORMASI DIPANDANG DARI TINGKAT MANAJEMEN DAN AREA FUNGSIONAL PERUSAHAAN
TINGKAT MANAJEMEN DI SUATU PERUSAHAAN
          Keberadaan manajer bisa kita saksikan ada di mana-mana diberbagai tingkat dan dalam berbagai bidang fungsional pada perusahaan.
Manajer Dijumpai pada Semua Jenjang, sesuai dengan tingkatan manajemen, yaitu :
     ·         Tingkat Perencanaan Strategis (Strategic planning level)
      Merupakan manajer pucak organisasi.
     ·         Tingkat Pengendalian Manajemen (Management control level)
      Merupakan manajer tingkat menengah, yang memiliki tanggung jawab untuk merubah rencana menjadi tindakan dan memastikan agar tujuannya tercapai.
      ·         Tingkat Pengendalian Operasional (Operational control level)
      Merupakan manajer tingkat bawah, yang bertangung jawab menyelesaikan rencana-rencana yang telah ditetapkan oleh para manajer ditingkat yang lebih tinggi.

PEMBAGIAN BIDANG FUNGSIONAL PADA UMUMNYA DAN TUGAS MANAJER  SECARA UMUM
            Manajer juga dijumpai dalam Bidang Fungsional perusahaan, tempat berbagai sumberdaya dipisahkan menurut jenis pekerjaan yang dilakukan. Pembagian bidang fungsional pada umumnya yaitu seperti :
     ·         Bidang fungsional keuangan (Finance)
     ·         Bidang fungsional jasa informasi (Information services)
     ·         Bidang fungsional pemasaran (Marketing)
     ·         Bidang fungsional sumberdaya manusia (Human resources)
     ·         Bidang fungsional manufaktur (Manufacturing)
Selanjutnya, dengan Tugas Manajer secara umum (Henry Fayol, 1914)
            1.   Perencanaan (Planning)
            2.   Penataan atau pengorganisasian (Organizing)
            3.   Penyusunan Staf (Staffing)
            4.   Pengarahan (Directing)
            5.   Pengawasan (Controlling)

PENULISAN 2
Strategi Perdagangan Melalui Jaringan Elektronik
Strategi perdagangan melalui jaringan elektronik dapat dilakukan dengan:
     ·         Sistem antar organisasai (IOS) adalah suatu kombinasi perusahaan-peusahaan yang terkait sehingga mereka berfungsi sebagai sistem tunggal.
Manfaat IOS :
1)    Efisiensi komparatif : internal dan antar organisasi
2)    Kekuatan tawar menawawar : kekuatan suatu perusahaan untuk menyelesaikan perselisihan dengan pemasok dan pelanggannya yang menguntungkan dirinya.

      ·         Pertukaran data elektronik (Electronik data interchange – EDI) adalah transmisi data dalam bentuk yang terstruktur dan dapat
dibaca mesin secara langsung dari komputer ke komputer di antara beberapa perusahaan.
Manfaat EDI :
1.    Mengurangi kesalahan
2.    Mengurangi biaya
3.    Meningkatkan efisiensi opersional
4.    Meningkatkan kemampuan bersaing
5.    Meningkatkan hubungan dengan mitra dagang
6.    Meningkatkan pelayanan pelanggan

Perdagangan Melalui Jaringan Elektronik
            Kita mendefenisikan perdangan melalui jaringan elektronik sebagai pengguna komputer untuk memudahkan semua operasi perusahaan. Perusahaan-perusahaan ikut serta dalam perdagangan melalui jaringan elektronik untuk mencapai perbaikan diseluruh organisasi. Perbaikan ini diharapkan menghasilkan tiga manfaat utama:
1.    Pelayanan pelanggan lebih baik
2.    Hubungan dengan pemasok dan masyarakat keuangan lebih baik
3.    Pengembalian atas intestasi pemegang saham dan pemilik yang meningkat
Kendala perdagangan melalui jaringan elektronik :
1.      Biaya Tinggi.
2.      Masalah Keamanan.
3.      Perangkat lunak yang belum mapan atau tidak tersedia.

Pertukaran Data Elektronik dan Manfaatnya
            Pertukaran data elektronik (bahasa inggris: EDI atau Electronic Data Interchange, juga Electronic Document Interchange) adalah proses transfer data yang terstruktur, dalam format standar yang disetujui, dari satu sistem komputer ke sistem komputer lainnya, dalam bentuk elektronik. Biasanya digunakkan oleh perusahaan-perusahaan dalam memudahkan proses pertukaran data transaksi yang berulang-ulang antar perusahaan.
Manfaat EDI
EDI pada penerapannya memiliki dua manfaat, Manfaat Langsung atau manfaat yang berasal dari teknologi dan Manfaat Tidak Langsung adalah manfaat lain yang dihasilkan dari manfaat langsung.
Diantara manfaatnya adalah :
            - Mengurangi Kesalahan
            - Mengurangi biaya
            - Meningkatkan efisiensi operasional
            - Meningkatkan hubungan dengan mitra dagang
            - Meningkatkan pelayanan pelanggan

PENULISAN 3
Arsitektur Komputer
PENGERTIAN ARSITEKTUR KOMPUTER
            Arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya).
Tingkatan Dasar Arsitektur Komputer
            Pada tingkatan ini Hardware sebagai tingkatan komputer yang paling bawah dan paling dasar, dimana pada hardware ini “layer” software ditambahkan. Software tersebut berada di atas hardware, menggunakannya dan mengontrolnya. Hardarwe ini mendukung software dengan memberikan atau menyediakan operasi yang diperlukan software.
Multilayerd Machine
            Tingkatan dasar arsitektur komputer kemudian dikembangkan dengan memandang sistem komputer keseluruhan sebagai “multilayered machine” yang terdiri dari beberapa layer software di atas beberapa layer hardware.
     ·         CPU (Central processing Unit)
     ·         Unit Input
     ·         Secondary storage (penyimpanan sekunder)
     ·         Unit Output

PERALATAN INPUT
            Perangkat input merupakan peralatan yang dapat digunakan untuk menerima data yang akan diolah ke dalam computer.
PERALATAN OUTPUT
            Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi untuk menampilkan keluaran sebagai hasil pengolahan data. Keluaran dapat berupa hard-copy (ke kertas), soft-copy (ke monitor), ataupun berupa suara.
Peralatan output dapat berupa:
     ·         Hard-copy device
     ·         Soft-copy device
     ·         Drive device

PERBEDAAN SISTEM OPERASI DAN SOFTWARE SISTEM
                Sistem operasi adalah perangkat lunak komputer atau software yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras dan juga operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah data yang bisa digunakan untuk mempermudah kegiatan manusia. Sistem Operasi berfungsi sebagai penghubung antara lapisan hardware dan lapisan software.
Contoh Sistem Operasi Komputer yaitu :
·         Windows
·         Linux
·         McOs, dan lain lain.

            Software aplikasi atau software aplikasi adalah software program yang memiliki aktivitas pemrosesan perintah yang diperlukan untuk melaksanakan permintaan pengguna dengan tujuan tertentu.
Contoh software yaitu:
1.    Bahasa pemrograman (programming language) 
2.    Program aplikasi (Application Program) 
3.    Program paket / paket aplikasi (packet program)
4.    Program utilitas (utility program) 
5.    Games dan entertainment dan lain-lain

PERANAN PEMROSESAN KOMPUTER DALAM PEMECAHAN MASALAH
A.   PERALATAN INPUT
1.    KEYBOARD
2.    ALAT PENUNJUK
3.    ALAT INPUT OTOMATIS DATA SUMBER
4.    ALAT INPUT PENGENAL SUARA
5.    ALAT INPUT VIDEO
6.    ALAT INPUT PENERIMA GERAK
B.   PERALATAN OUTPUT
·         Softcopy
·         Hardcopy


Tugas animasi

Tugas membuat Animasi Saya membuat animasi yaitu pesawat terbang. Langkah pertama: Untuk membuat badan pesawat, yang diawali bentuk ...